Alhamdulillah, kini disampingku selalu ada lelaki yang luar biasa yang Alloh kirimkan melalui restu ibu. Ya.. Lelaki yg telah 20 bulan menjadi imam dalam sujudku, dan menjadi kompas dalam hidupku. Lelaki yang telah meluluhkan hati ibuku hingga beliau rela melepaskan " anak kecilnya " untuk hidup jauh darinya dan memulai hidup baru.
Aku memilikinya pun tak semudah yang dibayangkan, Tuhan tidak mengirimkannya begitu saja padaku. Semua berawal dari hitam dan putih yang menjadi kelabu, saat aku dekat dengan beberapa pria. Tak pernah ada satupun pria yang ibuku sukai, awalnya aku berfikir apakah selera " calon mantu " ibu terlalu tinggi? Kadang akupun tak habis pikir dengan jalan pikiran beliau. Banyak aku berbuat dosa dengan tidak mengikuti keinginannya, selalu ngeyel dengan keputusanku tanpa memikirkan perasaannya. Dan pada akhirnya selalu sama, feeling seorang ibu tak pernah salah. Apa yang beliau pikirkan slalu saja benar, pada saat itupun aku merasakan menjadi " anak kecil " yang paling bodoh. Argumenku selama ini sungguh tak masuk logika, terkadang kita berfikir bahwa ibu selalu egois dengan keputusannya. Tidak pernah mengerti apa mau kita, selalu mau menang karna menganggap dirinya telah banyak makan asam garam. Nah, justru mind set kita yang harus di ubah. Ya.. ibu seperti itu karna sungguh sangat ingin " anak kecil "nya hidup bahagia, beliau ingin anaknya mendapat yang terbaik dari yang terbaik. Bersyukurlah masih ada ibu yang menjadi nahkoda hidup kita, yang tak pernah lelah mengarahkan kapal ini untuk sampai ke pulau yang terindah. Coba saja bayangkan bila tidak ada ibu, mungkin kapal ini sudah musnah di telan lautan setelah terombang-ambing di hantam badai..
Berkat doa ibu pun mentari mulai menghapus kelabu, berganti jingga yang tersipu seraya malu. Jodoh tak pernah kita tau darimana datangnya dan kapan waktunya, sebelumnya tak pernah terbayangkan sedikitpun bahwa aku akan bertemu jodohku di tempat yang justru aku tak ingin sama sekali bertemu dengan jodoh ditempat itu. Bingung kan? Hihiihi...
Berawal dari paksaan bapak dan ibuku untuk mengikuti acara outbond di kantor bapakku, ya sebenarnya aku malas ikut acara seperti itu. Tapi aku menghormati bapakkuu dan ku putuskan untuk ikut walau dengan langkah lesu. Dan disinilah aku bertemu dengan lelaki yang ingin membawaku ke Surga Alloh bersama dengannya, lelaki yang tak pernah aku kenal sebelumnya..
23 Desember 2012 menjadi hari dimana aku bertemu dengan penyelamat jiwaku, yang meluluhkan hatiku bukan karna ketampanan raganya atau kemapanan dunianya tapi karna keimanan dan ketaqwaannya pada Alloh Azza Wa Jalla. Yang ku percaya bisa membimbing hidupku ke JalanNya untuk menjadi hamba Alloh yang jauh lebih baik..
Hari berganti, banyak hal yang kita bicarakan. Dan smakin banyak alasan yang membuatku nyaman, kali ini bukan cinta biasa yang aku rasakan namun cinta karna Alloh. Tak butuh waktu lama, tak ada pacaran seperti anak muda pada umumnya. Usianya yang menginjak 27 membuatnya diburu deadline, hehehe...
Satu bulan dari hari pertama kami dipertemukan dia mengajakku untuk membina istana pernikahan, bagaikan disambar petir. Aku sungguh tak percaya secepat ini dia menyampaikan itikad baiknya, dan kusampaikan itikad baik ini pada ibuku. Jelas aku meminta pertimbangannya, aku tak boleh ceroboh dalam hal ini karna ini menyangkut masa depanku dan aku tak mau jatuh ke lubang yang sama, aku tak mau bodoh lagi dengan tidak melibatkan ibuku.
Daaaan, eng ing eeeng..
Suatu hari dia berkunjung ke rumahku, adzan berkumandang. Tak di duga bapak menyuruhnya untuk menjadi imam untuk kami, mungkin ini salah satu tes juga ya. Hehehe..
Doa demi doa, rakaat demi rakaat, merinding tubuhku, terasa kaku, lidahku kelu dan banjir air mataku. Masya Alloh, suaranya menyebut asmaMu dan membacakan ayat-ayatMu begitu menggetarkan jiwaku. Sungguh tersayat hati yang penuh dosa ini, begitu baikNya Engkau mengirimkan makhluk terbaikMu ini untuk aku yang bukan apa-apa. Setelah salam semakin ku yakinkan dan ku teguhkan hati ini bahwa lelaki yang baru pernah mengungkapan rasa sayang kepada wanita ini adalah pilihan terbaik dariMu..
Saat itu juga ibuku berkata " Ya, mamah setuju "
Masya Alloh, air mata ini semakin deras. Semakin ku mengerti arti syukur padaMu, terimakasih Ya Alloh..
Bulan berganti, minggu terakhir di bulan april 2013 keluarganya datang untuk melamarku dan di tetapkan 26 Mei 2013 menjadi hari dimana dia akan mengambil alih tanggung jawab terhadapku kepada Alloh dari ibuku yang telah merawatku dan membesarkanku selama 23 tahun..
Tepat di hari bahagia itu, haru menyelimutiku, betapa beruntungnya aku. Alloh sangat menyanyangiku, sesungguhnya dimana kalian ingin bertaubat untuk menjadi hamba yang lebih baik maka Alloh akan memberi jalan dari manapun arahnya dan dari siapapun perantaranya. Mungkin melalui lelaki ini Alloh memberikanku kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih berguna, dan semua kebaikan ini tak terlepas dari doa dan restu ibuku. Terimakasih mamah yang telah menyerahkan " anak kecilmu " ini pada orang yang tepat, yang membuat hidupnya yang dahulu kelabu menjadi jingga yang kemudian bertambah nila, hijau lalu penuh warna. Yang menerima " anak kecilmu " ini apa adanya bukan ada apanya, yang mencintai " anak kecilmu " ini karna ketaqwaannya pada Sang Pencipta, yang mengajarkan arti ikhlas, yang slalu mengingatkan kesabaran, yang menuntun pada kebenaran dan kebahagiaan yang hakiki..
Alhamdulillah..
*Pelangi ada setelah badai, kemudian kemarau berganti semi.. Tak akan ada pagi bila mentari tak menggantikan bulan..
Kelabu tak selamanya kelabu, jadikan kelabu sebagai arahan untuk mendapatkan warna yang lebih indah untuk menghiasi hidupmu.. Dan percayalah Alloh selalu ada untuk hambaNya yang membutuhkanNya, skenarioNya begitu indah. Membuat kita tak henti bersyukur and always give a miracle..
Inilah kisahku mendapatkan kekasih surga duniaku, benar adanya ridho seorang ibu adalah ridho Alloh..